Sunday, 25 January 2015

Bolehkah Pacaran Secara Islami?

14:44

Bantu Dakwah ya


Ada yang mengatakan pacaran secara islami? mereka tidak pernah bertatap muka bahkan berduaan tapi mereka sangat intens dalam sms atau telp. Hal ini sama saja, dengan sms akan menimbulkan zina hati yang membuat hatinya menjadi gelap jauh dari nur Allah karena yang dicintai dalam hatinya dan pikirannya adalah manusia bukan Allah. Padahal yang berhak dicintai secara mutlak hanya Allah SWT. Maka hal ini sudah masuk dalam kategori syirik atau menyekutukan Allah.

Pacaran sebenarnya adalah budaya barat yang masuk ke Indonesia akibat zaman globalisasi yang menyebabkan budaya asing bebas masuk ke Indonesia. Bahkan saat ini pacaran telah menjadi budaya di Indonesia ini, seperti yg kita ketahui bahwa dalam al qur’an kita dilarang untuk mendekati zina.

Wala taqrabu al-zina’ (Janganlah kalian mendekati zina) (QS al-Isra’/17:32)

Mendekati zina ini bisa diartikan dengan pacaran. Dan ayat itu sangat benar karena ternyata pacaran adalah faktor utama penyebab terjadinya zina. Menurut data baru-baru ini, survei Komisi Perlindungan Anak (KPA) terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar mengungkap, 97 persen remaja pernah menonton atau mengakses pornografi, 93 persen pernah berciuman bibir. Sedangkan 62,7 persen pernah berhubungan badan dan 21 persen remaja telah melakukan aborsi. Semua data tersebut bisa ada karena awalnya mereka pacaran atau bahkan mereka berteman dengan lawan jenis diluar batas koridor yang telah ditetapkan oleh syariah islam.

Sungguh miris jika melihat data diatas,, karena Indonesia yang merupakan Negara dengan penduduk islam terbesar di dunia memiliki catatan yang sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai islam. Bahkan berdasarkan survey Indonesia adalah masuk dalam jajaran 5 besar Negara terporno di dunia.sungguh sangat ironis. Hal ini membuktikan bahwa penduduk Indonesia mayoritas islam KTP alias islam hanya statusnya di KTP sedangkan tingkah lakunya tingkah laku kafir. Naudzubillah

Efek pacaran sangat berbahaya, selain mengundang kepada zina pacaran juga bisa mematikan potensi seseorang, karena orang yang berpacaran pikirannya sering melamun, menghayal dan berilustrasi indah dengan pasangannya sehingga kreativitasnya bisa menurun dan kebanyakan orang pacaran sering berbohong, baik berbohong kepada orang tua, guru maupun dengan pacarnya sendiri.kemudian orang pacaran sering melakukan hal mubah atau bahkan membuang waktunya untuk hal-hal yang sangat tidak berguna dengan pacaran.

Sedangkan dalam sisi agama pacaran ini bisa tergolong dosa yang besar karena dengan pacaran bisa melupakan kita kepada Allah, yang kita cintai bukan Allah tapi pacar kita, hal ini termasuk kategori syirik syugro. Selain itu pacaran penuh dengan maksiat kepada Allah. Jadi bagi teman pembaca apabila anda jatuh hati pada seseorang maka segera saja dinikahi atau jika belum sanggup menikah menjaga jarak itu jauh lebih baik, untuk menjaga kebeningan hari kita dari segala seusatu selain Allah SWT. Jangan malah pacaran dulu baru setelah hamil dinikahi. Ini jelas perbuatan yang salah. Dalam islam orang menikah dalam keadaan hamil maka nikahnya tidak sah sampai anaknya lahir dulu baru bisa dinikahi. Tapi kebanyakan orang menikahi perempuan setelah perempuan itu dihamilinya maka pernikahan yang berlangsung tidak sah. Jika tidak sah maka hubungan  suami istri yang dilakukan selamanya bernilai zina naudzubillah.

0 comments:

Post a Comment