Tuesday, 8 June 2010

Pentingnya Zuhud

05:31

Bantu Dakwah ya



Zuhud

- Dari Abi Abbas Sahi bin Sa’ad as Sa’di Ra berkata : seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW dan berkata : wahai Rasulullah tunjukilah aku pada suatu amal yang jika aku kerjakan, aku dicintai Allah dan dicintai manusia maka Rasululah Saw bersabda, Zuhudlah engkan akan dunia, pasti Allah mencintai engkau, zuhudlah engkan akan apa yang ada pada manusia, pasti manusia mencitantai engkau (Ibnu Majah dan lain-lain).

- Ingatlah bahwa daam jasad itu ada sekarat daging, jika ia baik, baiklah jasad seluruhnya dan jika ia rusak maka rusaklah jasad seluruhnya. Sepotong daging itu adalah hati (Bukhari-Muslim).

- Obat hati

- Membaca Al-Qur’an dan maknanya
- Shalat malam
- Berkumpul dengan orang-orang shalih
- Perbanyak berpuasa
- Perpangjanglah dzikir malam

- Dari Abu Said Al-Khudry Ra berkata : Rasulullah Saw duduk di atas mimbar dan kami duduk disekitarnya kemudian Nabi Muhammad Saw bersabda, “Sesungguhnya diantara yang aku khawatirkan sepeninggal aku nanti adalah terbuka lebarnya atas kamu kemewahan dan keindahan dunia (Bukhari-Muslim).

- Ada seorang datang menghadap kepada Rasululah Saw dan berkata :
“Saya berbai’at kepadamu, ya Rasulullah, untuk berhijrah dan berjihad dengan mengharap pahala dari Allah, “Rasulullah Saw bertanya, “Apakah ada yang masih hidup salah seorang dari ayah bundamu? “Orang itu menjawab, “Bahkan keduanya masih hidup. Rasulullah bersabda, “Engkau mengharap pahala dari Allah? Orang itu menjawab ya, “Nabi Saw bersabda, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan perbaikilah pelayananmu kepada keduanya (Bukhari-Muslim).

- Dari Abu Hurairah RA berkata: Rasulullah Saw bersabda : “Barang siapa melangkah suatu kesukaran dunia pada seseorang mukmin maka Allah akan baginya kesukaran hari kiamat. Dan barangsiapa meringanan kemiskinan seorang miskin Allah akan meringankan baginya di dunia dan akhirat. Dan barangsiapa menutup aib orang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. Dan barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Dan tidak berkumpul suatu kaum dalam Baitullah (masjid untuk membaca dan mempelajari kitab Allah melainkan diturunkan kepada mereka ketenangan dan diliputi rahmat, dikerumuni malaikat dan disebut-sebut oleh Allah di depan para malaikatnya. Dan barang siapa yang lambat alam perbuatannya maka tidak dapat dipercepat oleh nasab (tidak lekas naik derajatnya)” (Bukhari-Muslim).

- Dan barangsiapa memenuhi hajat saudaranya maka Allah akan melaksanakan hajatnya, dan barangsiapa membebaskan kesusahan seorang muslim maka Allah akan membebaskan di hari kiamat.

- Takutlah kamu dari doa orang yang teraniaya karena tidak ada dinding antara doa itu dengan Allah (Bukhari-Muslim).

- Rasulullah saw bersabda “ Orang yang kikir adalah orang yang apabila disebut dihadapannya, orang itu tidak mau bershalawat kepadaku (Tirmidzi).

- Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah pernah melihat sahabat memakai cincin emas, lalu beliau mencopot dan membuangnya, lalu berkata, “Seseorang diantara kalian telah memasang bara api neraka di tangannya” (Muslim).

- Dari Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda “Ketika seseorang berjalan dengan sombongnya dan takjub kepada dirinya sendiri dan dengan rambut yang disisir, berlagak dalam jalannya, maka Allah SWT tiba-tiba membenamkannya tanah sehingga turun dan tenggelam sampai hari kiamat (Muttafaq Alaih).

- Dari Abdulah bin Mas’ud, bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang dihatinya ada setitik kesombongan (Muslim).

- Dari Abu Hurairah R.A. berkata : bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Barangsiapa percaya pada Allah dan hari kemudian hendaklah ia berkata baik atau diam”. (Bukhari Muslim).

- Dari Abu Musa R.A berkata : Saya bertanya, “ya Rasulullah siapakah diantara kaum muslimin yang paling utama?” Nabi Saw menjawab : “Siapa yang selamat semua orang Islam dari (kejahatan) Lidah dan Tangannya (bukhari Muslim).

- Ari Hudzaifah R.A berkata : Rasulullah bersabda, “tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba” (Bukhari-Muslim).

- Dari Ibnu Abbas, R.A berkata : Rasulullah saw berjalan melalui dua kuburan maka beliau bersabda, “Sesungguhnya kedua orang dalam kubur ini sedang disiksa padahal keduanya tidak disiksa karena perkara yang besar. Adapun yang satumaka ia biasa berjalan mengadu domba sedang yang kedua tidak menyelesaikan kencingnya (tidak membersihkan bekas kecingnya).

- Dari Abu Mas’ud R.A berkata : Rasulullah Saw bersabda. “Mencaci maki seorang muslim adalah fasiq (melanggar agama) dan memerangi seorang muslim adalah kafir (Bukhari-Muslim).

- Dari Jundub bin Abdullah R.A berkata : Rasulullah Saw bersabda, “barang siapa memperdengarkan amalnya kepada orang lain maka Allah akan mempermalukannya di hari kiamat dan barangsiapa yang memperlihatkan amalnya kepada orang lain, maka Allah akan membalas riya’nya itu” (Bukhari Muslim).

- Allah telah mengharamkan api neraka kepada siapa yang mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH dengan ikhlas karena Allah (Bukhari Muslim).

- Orang yang masuk surga tanpa dihisab; “Mereka yang tidak pernah menjampi atau dijampikan dan tida suka menebak nasib dengan perantaraan burung dan kepada Tuhan mereka berserah diri (Tawakal).

- Dari Sulaiman Bin Shurad R.A berkata : ketika saya duduk bersama Rasulullah Saw, tiba-tiba ada dua orang saling memaki sedang salah satu telah merah wajahnya dan tegang pula urat lehernya maka Rasulullah Saw bersabda, “Saya mengetahui suatu kalimat yang apabila kalimat itu dibaca, pasti hilang apa yang dirasakannya yaitu A’Udzubillahi minasyaitonir rajim” (Bukhari Muslim).

- Dari Anas Ra. Berkata : Nabi saw bersabda, “Ada 3 perkara yang barangsiapa memilikinya akan merasakan kelezatan iman yaitu jika ia mencintai Allah dan Rasulullah melebihi cintanya kepada yang lain, jika ia mencintai sesama manusia semata-mata karena Allah SWT dan jika enggan kembali kafir setelah diselamatkan Allah dari padanya, sebagaimana ia enggan masuk neraka (Bukhari Muslim).

- Dari Abu Hurairah RA berkata : Rasulullah Saw bersabda, “Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati” (Bukhari-Muslim).

1 comments:

  1. bagus...

    apakah saya boleh mengkopi'a...

    untuk berbagi dengan yang lain'a...

    ReplyDelete